☆ Roro Mendut || Þ PDF Read by ☆ Y.B. Mangunwijaya


  • Title: Roro Mendut
  • Author: Y.B. Mangunwijaya
  • ISBN: null
  • Page: 197
  • Format: Paperback

  • Bagian pertama dari trilogi Roro Mendut Gendhuk Duku Lusi Lindri yang ditulis oleh Y.B MangunwijayaRoro Mendut, perempuan rayahan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiroguno demi cintanya kepada Pronocitro Dibesarkan di dusun Telukcikal, kampung nelayan pantai utara Jawa, Mendut tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya SosBagian pertama dari trilogi Roro Mendut Gendhuk Duku Lusi Lindri yang ditulis oleh Y.B MangunwijayaRoro Mendut, perempuan rayahan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiroguno demi cintanya kepada Pronocitro Dibesarkan di dusun Telukcikal, kampung nelayan pantai utara Jawa, Mendut tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya Sosoknya dianggap menyimpang dari tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh Tetapi ia tak gentar Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.
    Y.B. Mangunwijaya
    Yusuf Bilyarta Mangunwijaya was an architect, writer, Catholic priest, and activist Romo Mangun Father Mangun was publicly known by his novel Burung Burung Manyar which was awarded Ramon Magsaysay Award for South East Asia Writings on 1996 Not only active in the fiction genre, Romo Mangun also wrote many non fiction and architectural works such as Sastra dan Religiositas tr Literature and Religiosity which won The Best Non Fiction prize in 1982.Bibliography Balada Becak, novel, 1985 Balada dara dara Mendut, novel, 1993 Burung Burung Rantau, novel, 1992 Burung Burung Manyar, novel, 1981 Di Bawah Bayang Bayang Adikuasa, 1987 Durga Umayi, novel, 1985 Esei esei orang Republik, 1987 Fisika Bangunan, buku Arsitektur, 1980 Gereja Diaspora, 1999 Gerundelan Orang Republik, 1995 Ikan Ikan Hiu, Ido, Homa, novel, 1983 Impian Dari Yogyakarta, 2003 Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno Hatta, 2000 Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan renungan filsafat hidup, manusia modern, 1999 Memuliakan Allah, Mengangkat Manusia, 1999 Menjadi generasi pasca Indonesia kegelisahan Y.B Mangunwijaya, 1999 Menuju Indonesia Serba Baru, 1998 Menuju Republik Indonesia Serikat, 1998 Merintis RI Yang Manusiawi Republik yang adil dan beradab, 1999 Pasca Indonesia, Pasca Einstein, 1999 Pemasyarakatan susastra dipandang dari sudut budaya, 1986 Pohon Pohon Sesawi, novel, 1999 Politik Hati Nurani Puntung Puntung Roro Mendut, 1978 Putri duyung yang mendamba renungan filsafat hidup manusia modern Ragawidya, 1986 Romo Rahadi, novel, 1981 he used alias as Y Wastu Wijaya Roro Mendut, Genduk Duku, Lusi Lindri, novel trilogi, 1983 1987 Rumah Bambu, 2000 Sastra dan Religiositas, 1982 Saya Ingin Membayar Utang Kepada Rakyat, 1999 Soeharto dalam Cerpen Indonesia, 2001 Spiritualitas Baru Tentara dan Kaum Bersenjata, 1999 Tumbal kumpulan tulisan tentang kebudayaan, perikemanusiaan dan kemasyarakatan, 1994 Wastu Citra, buku Arsitektur, 1988


    Commentaires:

    nanto
    Update 1 Juni 2008Inilah Mendut, gadis pantai yang terpaksa diboyong ke pedalaman. Kontestasi budaya pantai dan pedalaman. Kontestasi tentang halus dan kasar, tentang urakan dan miyayeni. Semuanya berlangsung di tengah bangkitnya sebuah dinasti (baru) di tanah Jawa. Naratornya Romo Mangun.Baru memasukin bab Wiraguna gandrung. Ceritanya ada yang mirip dengan laporan Kapiten Jambi, seorang utusan Belanda yang sahabat Amangkurat I. Romo Mangun mengutip kekaguman Kapiten Jambi akan keterampilan praj [...]

    Alexa Ayana
    Tumenggung Wiraguna (Panglima terkuat kerajaan Mataram) tak menyangka akan menemukan sosok yang memberikan perlawan segarang Harimau kepada para prajuritnya dalam diri seorang gadis remaja saat dia menghancurkan pemberontakan Adipati Pati. Di usianya yang mulai senja, dia menemukan tujuan dan harapan hidupnya pada gadis pemberani di hadapannya, calon ibu yang berpotensi akan menghasilkan putra penerus yang lebih kuat daripada dirinya. Mendut hanyalah gadis remaja desa pantai yang tumbuh liar. Na [...]

    Edy
    Roro MendutYB. MangunwijayaPT Gramedia Pustaka UtamaJakarta, 2008ISBN 978-979-22-3583-8799 halamanBuku karya YB Mangunwijaya atau yang lebih dikenal dengan Romo Mangun ini merupakan trilogi dari novel Roro Mendut, Genduk Duku dan Lusi Lindri. Melalui tiga tokoh berbeda generasi (Mendut, Duku dan Lusi), Romo Mangun menggugat sisi dominasi keraton terhadap daerah pinggiran khususnya daerah pantai dan dominasi pria terhadap perempuan. Keraton Mataram yang merupakan simbolisme daerah pegunungan deng [...]

    Dewi Irianto
    dari sini saya tau bahwa kelemahan wanita adalah kekuatan yang digdaya bagi temen temen yang suka sekali dengan Folklore Jawa , PAS banget yuk baca Trilogi nya , karya Bapak Y.B Mangunwijaya . banyak tembang dan macapat jawa yang Roomo Mangun selipkan disini . bagi yang baper-an kaya Dewi awas ati ati terbawa suasana ^^

    Theo Karaeng
    Anggun dan gemulai, bak penari Jawa. Mengalir perlahan, laksana sungai berair jernih. Ia memberikan ketenangan, sesekali beriak, mengundang hasrat untuk bertelanjang dan mandi di situ. Mungkin Mangunwijaya adalah seorang penyihir yang menggemaskan.

    Melita
    Penulisan yang jujur.Setiap perasaan,setiap peristiwa yang dikupas bernafaskan kejujuran.Polos.Menggentarkan.Saya banyak menemukan referensi kebudayaan Jawa yang berserakan sepanjang perjalanan membaca dansaya menikmatinya! Terutama pada bagian-bagian yang menggunakan bahasa Jawa. Meski ada beberapa bagian yang luput diterjemahkan,tapi setidaknya hanya pada obrolan-obrolan kecil. Tidak terlalu mengganggu pemahaman secara keseluruhan. Mungkin malah mengundang rasa ingin tahu lebih banyak.Tapi ten [...]

    Karlina
    Di tangan Romo Mangun, kisah Roro Mendut bukan hanya menjadi kisah cinta sejati yang romantis ala Romeo-Juliet, lebih dari itu, Roro mendut digambarkan sebagai seorang perempuan yang mandiri dengan karakter dan kepribadian yang kuat mencoba meraih mimpi dan mempertahankan kebebasannya, bukan hanya sebagai perempuan, tapi sebagai manusia yang memiliki kehendak dan kebebasan menentukannya. Dengan gaya penulisannya ang lugas , komunikatif dan kadang jenakan, membuat kisah yang sudah menjadi semacam [...]

    Nanny SA
    Pertama baca waktu masih cerita bersambung di Kompas. Kisah yang berlatar belakang budaya Jawa ini inti cerita adalah kekuatan dan kehebatan 3 wanita Jawa ( Rara mendut, Genduk Duku, Lusi Lindri ) dengan karakter dan situasi yang berbeda dalam menghadapi tekanan dan tantangan yang dihadapinya. Girl Power !!

    Dwi_eternity Lestari
    Aduh jaman dulu banget gw baca inijaman SMA jaman2 aku baca buku2 sastranovelnya bagus bangetbener2 down to earth dengan pengungkapan kebudayaan jawadan tata bahasa yang keren.u beli yang cetak ulang ahhh

    Dewi Wardani
    My first classic novel I ve read, I was in my junior school,the setting is Wirogunan,around my hometown.The author pointed out that basically society influences "bad" women's life decisions,and it's hurting herself

    Bangquito
    Dat epic moment when nyadar bahwa cerita Roro Mendut ini menjadi literary cameo di salah satu cerpen dari kumcer Rumah Kopi Singa Tertawa, saat protagonis (petinggi kerajaan) menawarkan klobot (rokok) 'yang dijilat oleh perawan. Lucu, ada-ada saja'.

    Maulana
    ngebayangin perempuan jawa dari pantura, selir dari cina, sunda, bahkan batak sekalipun di tanah mataramhasa jawanya?? ampuuunnn banyak banget,macam baca primbon (ahhh ga juga kaleeee,hehehe)

    Urfi Fudhaili
    I love this book so much. This is a fiction book based on historical event. I read this when I was still a freshman at the college, at 2009 - 2010. I found this at the college library. A few years later in 2014, I tried to find this book and I got nothing at the book shelves.

    Ugik Madyo
    Saya menikmati perjalanan Mendut dari sebuah desa di pesisir pantai utara Jawa lalu ke dalem putri Pathi, kemudian berlanjut ke Mataram. Meski cerita ini sudah kondang, tapi mana bisa lepas dari untaian bahasa indah Romo Mangun :D

    Ningrum
    A perfect mixture of romance, culture, history, and true life in a book! I love everything about Roro Mendut! <3

    Afifah
    Y.B. Manngunwijaya ini selalu mampu menghadirkan nuansa yang "entah" dibilang "entah" karena saya bingung dalam mengejawantah.Pokoknya, saya penggemar beliau. Titik!

    Hindraswari enggar
    Aku tertarik sama trik marketing si Roro mendut ini :).

    Theresia
    Not really a review, but I'm glad Gramedia decided to republish this marvel of writing (with beautiful hard cover, too!) this year. Tbh, I love this book more than Romo's Burung-burung Manyar.

    Dharu Estiningrum
    Buku yg menemani penantian marchy :)

    Ajiek Stoneman
    Cerita roman sejarah yang begini ini yang angat menggugah hati kita untuk tetap mencintai budaya kita, asal-usul kita .

    Sita
    i read this book when i was in Junior High. I found it among my mum piles and i was fascinated by the story. Now i wonder where i put the book

    Rembulan Kayangan
    Novel yang keren aku baca pas masih SMA. Sekarang nyari di tobuk udah gak ada. Padahal pengin koleksi.

    Tjarles Liu
    A very Good story about a young girl that bravely stood against her oppressor and finally paid it with her life. this book is so feminism according to me.

    mukatembok Periphery
    baru baca sepertiga-an

    Powree
    Gile tebel bener bukunya. Kayaknya bakal lama ini gw bacanya wkwkwk

    Alia Asmara
    wah, trnyt banyak jg yg suka ya :) gw baca buku ini sejak kelas 5 SD, n setiap kali gw baca lg msh aja terinspirasi. this book is timeless!

    • ☆ Roro Mendut || Þ PDF Read by ☆ Y.B. Mangunwijaya
      197 Y.B. Mangunwijaya
    • thumbnail Title: ☆ Roro Mendut || Þ PDF Read by ☆ Y.B. Mangunwijaya
      Posted by:Y.B. Mangunwijaya
      Published :2019-02-06T08:35:12+00:00